Macam – Macam Peralatan Untuk Penanganan Bayi Premature

Macam – Macam Peralatan Untuk Penanganan Bayi Premature

Pada kebanyakan kasus bayi lahir prematur, biasanya pada usia 28 hari atau ditandai dengan adanya pertambahan berat badan setiap hari, bayi tidak membutuhkan alat bantu (baik itu oksigen maupun infus), bisa menghisap secara spontan, dan bertambahnya berat badan (berat normalnya 2000 gram), bisa dikatakan bayi tersebut sudah boleh pulang.

Khusus untuk berat badan, ada beberapa NICU yang memperbolehkan bayi pulang walaupun berat badannya kurang dari 2000 gram. Asalkan kondisi bayi tersebut benar-benar sudah baik dan ibu sanggup untuk merawatnya di rumah.

Perawatan tersebut memang harus dilakukan, karena dengan perawatan tersebut dokter dapat terus memantau kondisi bayi prematur dan dapat melakukan pencegahan jika bayi prematur tersebut mengalami kegagalan organ-organ vital. Dan untuk perawatan bayi prematur sendiri diperlukan alat-alat kesehatan yang dapat menunjang kebutuhannya. Ada bebrapa alat-alat kesehatan yang dibutuhkan oleh bayi prematur.

1. Alat bantu napas

Alat bantu napas atau yang biasa disebut dengan ventilator merupakan alat yang paling dibutuhkan dalam perawatan bayi prematur. Kenapa paling dibutuhkan? Karena ventilator berfungsi sebagai alat bantu napas bayi prematur, yang cara penggunannya memasukan selang kecil melalui mulut yang berguna untuk memasukan udara ke dalam paru-paru.

Jika bayi sudah bisa bernapas sendiri, tetapi masih membutuhkan bantuan, gunakan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Alat ini berupa dua selang kecil yang dimasukkan ke hidung agar udara terdorong masuk ke paru-paru.

2. Inkubator bayi

Inkubator bayi atau yang biasa disebut dengan ruangan berdinding kaca yang memiliki suhu, yang suhu tersebut dapat diatur agar tetap hangat. Suhu dalam inkubator sendiri berkisar 35®Celcius sampai 36®Celcius. Kehangatan sangat diperlukan untuk bayi prematur, karena bayi prematur kekurangan jaringan lemak di bawah kulit yang dapat membuat bayi berisiko terkena hipotermi atau suhu tubuh yang rendah.

3. Monitor

Monitor yang digunakan untuk memonitori kondisi bayi dalam proses perawatan. Monitor dibagi menjadi dua yaitu, monitor saturnasi oksigen dan monitor tanda-tanda vital. Untuk monitor saturnasi, diikatkan pada tangan atau kaki bayi yang berguna untuk memantau kadar oksigen darah. Sedangkan untuk monitor tanda-tanda vital, biasa ditempelkan pada dada yang berguna untuk memantau denyut jantung, laju pernapasan, tekanan darah dan suhu.

4. Selang untuk pemberian kebutuhan cairan, nutrisi dan obat

Untuk pemberiaan nutrisi pada bayi prematur dapat menggunakan selang khusus. Cara pemakaiannya, selang dimasukkan ke dalam perut bayi melalui hidung atau mulut.

5. Lampu fototerapi

Perlunya penggunaan lampu fototerapi, karena dengan penggunaan lampu fototerapi dapat membantu untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi. Bilirubin inilah yang menyebabkan bayi berisiko terkena penyakit kuning.

Back to Top